Telkomsel hari ini dikenakan musibah oleh seorang defacer yang membuat tamplilan Website Telkomsel jadi berubah hingga muncul kata aggresif muncul di laman utamanya. Spontan ini merupakan sebuah hal yang tak bisa untuk dipercaya mengingat provider ini adalah provider terbesar. Sehingga lantas membuat pro dan kontra yang berdatangan dari berbagai komentar netizen. Tapi kebanyakan justru memberikan sebuah dukungan terhadap orang yang melakukan defacing tersebut. Di twitter muncul hashtag Telkomsel merajai urutan pertama dengan tweet terbanyak. Beragam argumen dari berbagai pengguna twitter untuk menyampaikan aspirasi mengenai kejadian tersebut malah memberikan sebuah ucapan terima kasih dan senangnya terhadap musibah yang terjadi di website Telkomsel. Di google bisa di cari dengan keyword Telkomsel dan pasti yang muncul adalah kata senonoh yang di ambil dari nama Telkomsel itu sendiri.
Beberapa jam setelah kejadian tersebut Telkomsel baru menyadari dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Menurut Telkomsel ada sebab di balik mahalnya tarif Telkomsel . Seperti yang disampaikan oleh Ririek Ardiansyah yang mengatakan bahwa skema tarif ditentukan berdasarkan kebutuhan pelanggan yang berbeda beda.
Sehingga skema yang diterapkan terbagi dalam setiap wilayah dengan tarif yang berbeda disetiap wilayahnya. Dari data yang ada, setiap wilayah tersebut dibagi dari kategori Zona 1 hingga Zona 12. Urutan zona tersebut merepresentasikan tarif dari Zona 1 hingga Zona 12.
Zona 1 menjadi kategori zona dengan tarif termurah karena merupakan kawasan yang bebas rugi. Zona 1 terdiri dari Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB. Sedangkan Zona terakhir yaitu Zona 12 terdiri dari Kota Raja Ampat dan Papua Barat yang lebih mahal dalam tarif. Di tiap zona tersebut mungkin saja berbeda juga bentuk paket yang di tawarkan mulai dari kuota hingga telepon dan sms yang di tawarkan.
Ternyata bukan sampai situ saja yang dilakukan oleh oknum yang berhasil membuat gaduh Telkomsel itu. Dia juga berhasil mengubah deskripsi laman Wikipedia di Google menjadi sebuah pengertian yang gagal paham dan terkesan mengintimidasi saat saya mengaksesnya lewat smartphone.
Beberapa jam setelah kejadian tersebut Telkomsel baru menyadari dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Menurut Telkomsel ada sebab di balik mahalnya tarif Telkomsel . Seperti yang disampaikan oleh Ririek Ardiansyah yang mengatakan bahwa skema tarif ditentukan berdasarkan kebutuhan pelanggan yang berbeda beda.
Sehingga skema yang diterapkan terbagi dalam setiap wilayah dengan tarif yang berbeda disetiap wilayahnya. Dari data yang ada, setiap wilayah tersebut dibagi dari kategori Zona 1 hingga Zona 12. Urutan zona tersebut merepresentasikan tarif dari Zona 1 hingga Zona 12.
Zona 1 menjadi kategori zona dengan tarif termurah karena merupakan kawasan yang bebas rugi. Zona 1 terdiri dari Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB. Sedangkan Zona terakhir yaitu Zona 12 terdiri dari Kota Raja Ampat dan Papua Barat yang lebih mahal dalam tarif. Di tiap zona tersebut mungkin saja berbeda juga bentuk paket yang di tawarkan mulai dari kuota hingga telepon dan sms yang di tawarkan.
Ternyata bukan sampai situ saja yang dilakukan oleh oknum yang berhasil membuat gaduh Telkomsel itu. Dia juga berhasil mengubah deskripsi laman Wikipedia di Google menjadi sebuah pengertian yang gagal paham dan terkesan mengintimidasi saat saya mengaksesnya lewat smartphone.


